Lebih dari 100 Ribu Anak Gaza Terancam Gizi Buruk, Masa Depan Palestina dalam Bahaya

Table of Contents

Gaza — Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memprihatinkan. Anak-anak dan ibu hamil serta menyusui menjadi kelompok paling rentan terdampak akibat terganggunya akses gizi dan layanan kesehatan. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan saat ini, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan perkembangan generasi Gaza.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa lebih dari 100.000 anak di Gaza diperkirakan akan mengalami malnutrisi akut hingga April 2026. Kekurangan gizi pada fase krusial, khususnya pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang, penurunan daya tahan tubuh, hingga risiko kematian.

Menurut laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sekitar 1,6 juta penduduk Gaza, termasuk anak-anak, saat ini berada dalam kondisi kerawanan pangan akut. Situasi ini diperparah oleh banyaknya fasilitas kesehatan yang hanya berfungsi sebagian, serta pasokan makanan bergizi dan obat-obatan yang kerap terhambat masuk ke wilayah tersebut.

Ibu hamil dan menyusui juga menghadapi risiko serius. Ketika asupan gizi ibu tidak terpenuhi, dampaknya langsung dirasakan oleh bayi yang dikandung maupun disusui. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan terasa hingga bertahun-tahun ke depan, mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Palestina di masa mendatang.


Krisis gizi di Gaza bukan sekadar persoalan kelaparan, tetapi ancaman nyata terhadap masa depan sebuah bangsa. Menjaga anak-anak Gaza berarti menjaga masa depan Palestina. Dunia internasional dituntut untuk segera bertindak, memastikan akses kemanusiaan terbuka, serta menjamin terpenuhinya hak anak dan ibu atas gizi dan layanan kesehatan yang layak.

Untuk informasi lengkap dan donasi resmi pembangunan RSIA Indonesia di Gaza, kunjungi 👉 https://rsiaindonesiadigaza.com

Post a Comment